Koperasi VS Pertanian di Aceh

Standard

Seberapa besarkah peran koperasi terhadap sektor pertanian di Aceh? sudah berapa banyakkah koperasi yang menjadi pusat pengumpulan produk hasil pertanian di Aceh? Dan seberapa jauhkah tingkat kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap koprasi sebagai pendukung berkembangnya produksi hasil pertanian? Baik dari segi pemerataan hasil panen yang seragam, memudahkan para petani untuk memasarkan hasil produksinya, atau bahkan membimbing para petani untuk meningkatkan mutu hasil panen mereka sehingga dapat bersaing di pasar internasional. Mari kita jawab pertanyaan di atas, berdasarkan data dari KOMENKOP 2010 jumlah koprasi di Provinsi Aceh sebesar 4.632, namun sudah berapa banyakkah koperasi yang khusus bergerak dalam pengelolaan hasil produksi pertanian yang dikelola oleh para petani dan bekerjasama dengan beberapa ahli pertanian dalam kepengurusan koprasi tersebut? Seberapa sadarkah kita bahwa koperasi merupakan suatu organisasi yang bisa mengetaskan kemiskinan di Aceh? Yaitu dengan adanya koperasi kita dapat mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada, bukan sekedar mendirikan koprasi lalu membiarkannya begitu saja. Hal inilah yang sering terjadi di Aceh, “proyek tanpa outcome” hanya menghasilkan “output” semata. Pertanyaannya apa perbedaannya antara “outcome” dan “output” mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu, tapi mungkin banyak pembaca atau bahkah para pemangku jabatan di kepemerintahan atau pihak yang duduk di kepemerintahan ada yang tidak mengerti. Output adalah “hasil tanpa manpaat”, artinya adanya suatu proyek atau usaha yang dibuat tanpa menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar proyek tersebut, hanya sekedar selesai tetapi tidak memberikan manfaat yang cukup berarti bagi masyarakat atau wilaya sekitar proyek tersebut, hanya sekedar mementingan kepentingan pelaku proyek yang tidak bertanggung jawab, sedangkah Outcome adalah “hasil dengan manfaat”, artinya proyek atau usaha yang dilakukan memiliki manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat atau lingkungan sekitar proyek tersebut, bukan hanya sekedar selesai tanpa manfaat yang berarti.

Begitu juga dengan koprasi-koprasi yang ada atau yang telah didirikan di Aceh, apakah sudah menghasilkan outcome?? Bukan output?? Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua yang mengerti akan hal ini atau kita pura-pura tidak mengerti khususnya bagi pemgambil kebijakan, karena kami masyarakat hanya bisa menyumbang sebuah pikiran yang bersifat retorika sedangkan yang mengambil kebijakan adalah anda-anda para pengambil kebijakan, selanjutnya barulah kami masyarakat yang menjalaninya, tetapi sangat-sangat disayangkan jika kita sama sekali tidak menyadari atau dengan sengaja tidak memperdulikan hal ini, maka terimalah nasib Aceh tercinta kedepannya.

Pertanyaannya selanjutnya, bukankah Aceh merupakan daerah yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya? Tapi kenapa Aceh masih banyak menggantungkan beberapa kebutuhan yang jika dilihat kondisi alamnya kita bisa memproduksi sendiri lantas masi kita peroleh dari beras tagi misalnya, hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting untuk dipikirkan oleh kita semua khususnya para pejabat kepemerintahan yang berwenang.

Beberapa aspek tersebutlah yang melandasi betapa pentingnya peran koperasi dalam mengentaskan kemiskinan, tentunya dengan cara meningkatkan pengetahuan para petani bagaimana cara bertani yang benar lewat koperasi tersebut, memudahkan para petani dalam pemasaran hasil produksi pertanian, bahkan meningkatkan mutu hasil produksi pertanian, sehingga hasil produksi pertanian di Aceh bisa bersaing di pasar internasional dan menembus ekspor dalam jumlah yang lebih besar, kemudian hal yang sangat perlu untuk di garis bawahi adalah, “Jauhkan proyek tanpa outcome yang menghasilkan output semata” dari bumi Aceh tercinta ini, jika ingin Aceh Berjaya, jauhkan bumi Aceh dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang menghasilkan proyek hanya sekedar memberikan “output” bukan “outcome”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s