Aside

Materi Sidang

Konsentrasi Ekonomi Regional

GDP atau Produk Domestik Bruto:

Nilai pasar total semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu priode tertentu oleh faktor produksi yang terletak dalam suatu Negara.

 

GNP atau Produk Nasional Bruto:

Nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu priode tertentu oleh faktor produksi yang dimiliki oleh suatu Negara.

Bentuk umum pendapatan nasional

Y = C + I + G + (X-M)

C = C (Y-T)

I = I(r)

 

Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional

Pendekatan Pengeluaran

Dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.

Y = C + I + G + (X-M)

 

Pendekatan Pendapatan

Dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan rumah tangga konsumsi dalam suatu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

Y =  w + r + i + p

Ket :  w = upah

r  = sewa

i  = bunga

p  = laba

Dihitung dengan cara menjumlahkan semua nilai produksi yang dihasilkan semua sektor ekonomi yang akan menghasilkan output. àdalah Penjumlah 9 sektor ekonomi.

 

Teori Lokasi

Teori lokasi adalah suatu ilmu yang mengkhususkan analisanya pada penggunaan space dalam analisa social-ekonomi.

Least Cost Theory –> Alfred Weber (1909)

Teori menekankan analisisnya pada aspek produksi dan mengabaikan unsur pasar dan permintaan dalam penetapan atau pemilihan lokasi industri. Tiga faktor penting yang menjadi pedoman teori ini dalam menetapkan suatu lokasi industri adalah :

– Ongkos Transpor

– Perbedaan Upah Buruh

– Kekuatan Aglomerasi

Ketentuan teori ini dalam menetapkan suatu lokasi industri adalah:

  • Jika dalam proses produksi berat barang berkurang maka lokasi industri berada dekat bahan baku.
  • Jika dalam proses produksi berat barang bertambah maka lolasi industri berada di pasar atau dekat pasar.
  • Hanya jika industri bersifat “footloss” produsen bebas memilih lokasi

 

Theory Market Area –> August Losch (1954)

Teori ini menekan bahwa unsur permintaan adalah unsur terpenting dalam penetapan sebuah lokasi. Ini dari teori ini adalah:

  • Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar, yang identik dengan keuntungan maksimum.
  • Losc lebih menyarankan agar lokasi produksi berada di pasa atau dekat pasar

 

Bid Rent Theory –> Von Thunen

Hal penting dalam teori ini adalah:

  • Sewa tanah
  • Jarak dari pasar

Ketentuan dalam penentuan lokasi :

  • Semakin dekat dengan pasar maka sewasemakin tinggi
  • Semakin jauh dengan pasar maka sewa semakin murah

 

Teori basis ekspor

Teori basis ekspor murni dikembangkan pertama kali oleh Tiebout. Teori ini membagi kegiatan produksi/jenis pekerjaan yang terdapat di suatu wilayah atas sektor basis dan sekto non basis. Dengan kata lain teori ini mendasarkan pandangannya bahwa laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah ditentukan oleh besarnya peningkatan ekspor dari wilayah tersebut.

 

Teori Pusat Pertumbuhan –> Francois Perroux (1955)

Pusat pertumbuhan (growth pole) dapat diartikan dengan dua cara, yaitu secara fungsional dan secara geografis.

  • Secara fungsional, pusat pertumbuhan adalah suatu lokasi konsentrasi kelompok usaha atau cabang industri yang karena sifat hubungannya memiliki unsur-unsur kedinamisan sehingga mampu menstimulasi kehidupan ekonomi baik ke dalam maupun ke luar (daerah belakangnya).
  • Secara geografis, pusat pertumbuhan adalah suatu lokasi yang banyak memiliki fasilitas dan kemudahan sehingga menjadi pusat daya tarik (pole of attraction), yang menyebabkan berbagai macam usaha tertarik untuk berlokasi di situ dan masyarakat senang datang memanfaatkan fasilitas yang ada di kota tersebut, walaupun kemungkinan tidak ada interaksi antara usaha-usaha tersebut.

Inti teori Perroux

  1. Dalam proses pembangunan akan timbul industri unggulan yang merupakan industri penggerak utama dalam pembangunan suatu daerah. Keterkaitan industri sangat erat , maka perkembangan indsutri unggulan akan mempengaruhi perkembangan industri lain yang berhubungan dengan industri unggulan.
  2. Pemusatan industri pada satu daerah akan mempercepat pertumbuhan perekonomian karena akan menciptakan pola konsumsi yang berbeda antar daerah.
  3. Perekonomian merupakan gabungan dari system industri yang relative aktif (unggulan) dengan industri yang relative pasip atau industri yang tergantung industri unggulan.

 

Teori Jalur Cepat yang Disinergikan

Teori pertumbuhan jalur cepat yang disinergikan diperkenalkan oleh Samuelson (1955). Setiap Negara atau wilayah perlu melihat sektor/komoditi apa yang memiliki potensi besar dan dapat dikembangkan dengan cepat, baik karena potensi alam maupun karena sektor itu memiliki competitive advantage untuk dikembangkan. Artinya dengan kebutuhan modal yang sama sektor tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar , dapat berproduksi dalam waktu relatif singkat dan volume sumbangan untuk perekonomian yang cukup besar. Agar pasarnya terjamin, produk tersebut harus dapat menembus dan mampu bersaing pada pasar yang lebih luas. Perkembangan struktur tersebut akan mendorong sektor lain untuk turut berkembang sehingga perekonomian secara keseluruhan akan tumbuh. Mensinergikan sektor-sektor adalah membuat sektor-sektor saling terkait dan saling mendukung sehingga pertumbuhan sektor yang satu mendorong pertumbuhan sektor lain, begitu juga sebaliknya. Menggabungkan kebijakan jalur cepat dan mensinergikannya dengan sektor lain yang terkait akan mampu membuat perekonomian tumbuh cepat.

Regional Economics

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s