Koperasi VS Pertanian di Aceh

Standard

Seberapa besarkah peran koperasi terhadap sektor pertanian di Aceh? sudah berapa banyakkah koperasi yang menjadi pusat pengumpulan produk hasil pertanian di Aceh? Dan seberapa jauhkah tingkat kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap koprasi sebagai pendukung berkembangnya produksi hasil pertanian? Baik dari segi pemerataan hasil panen yang seragam, memudahkan para petani untuk memasarkan hasil produksinya, atau bahkan membimbing para petani untuk meningkatkan mutu hasil panen mereka sehingga dapat bersaing di pasar internasional. Mari kita jawab pertanyaan di atas, berdasarkan data dari KOMENKOP 2010 jumlah koprasi di Provinsi Aceh sebesar 4.632, namun sudah berapa banyakkah koperasi yang khusus bergerak dalam pengelolaan hasil produksi pertanian yang dikelola oleh para petani dan bekerjasama dengan beberapa ahli pertanian dalam kepengurusan koprasi tersebut? Seberapa sadarkah kita bahwa koperasi merupakan suatu organisasi yang bisa mengetaskan kemiskinan di Aceh? Yaitu dengan adanya koperasi kita dapat mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada, bukan sekedar mendirikan koprasi lalu membiarkannya begitu saja. Hal inilah yang sering terjadi di Aceh, “proyek tanpa outcome” hanya menghasilkan “output” semata. Pertanyaannya apa perbedaannya antara “outcome” dan “output” mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu, tapi mungkin banyak pembaca atau bahkah para pemangku jabatan di kepemerintahan atau pihak yang duduk di kepemerintahan ada yang tidak mengerti. Output adalah “hasil tanpa manpaat”, artinya adanya suatu proyek atau usaha yang dibuat tanpa menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar proyek tersebut, hanya sekedar selesai tetapi tidak memberikan manfaat yang cukup berarti bagi masyarakat atau wilaya sekitar proyek tersebut, hanya sekedar mementingan kepentingan pelaku proyek yang tidak bertanggung jawab, sedangkah Outcome adalah “hasil dengan manfaat”, artinya proyek atau usaha yang dilakukan memiliki manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat atau lingkungan sekitar proyek tersebut, bukan hanya sekedar selesai tanpa manfaat yang berarti.

Begitu juga dengan koprasi-koprasi yang ada atau yang telah didirikan di Aceh, apakah sudah menghasilkan outcome?? Bukan output?? Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua yang mengerti akan hal ini atau kita pura-pura tidak mengerti khususnya bagi pemgambil kebijakan, karena kami masyarakat hanya bisa menyumbang sebuah pikiran yang bersifat retorika sedangkan yang mengambil kebijakan adalah anda-anda para pengambil kebijakan, selanjutnya barulah kami masyarakat yang menjalaninya, tetapi sangat-sangat disayangkan jika kita sama sekali tidak menyadari atau dengan sengaja tidak memperdulikan hal ini, maka terimalah nasib Aceh tercinta kedepannya.

Pertanyaannya selanjutnya, bukankah Aceh merupakan daerah yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya? Tapi kenapa Aceh masih banyak menggantungkan beberapa kebutuhan yang jika dilihat kondisi alamnya kita bisa memproduksi sendiri lantas masi kita peroleh dari beras tagi misalnya, hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting untuk dipikirkan oleh kita semua khususnya para pejabat kepemerintahan yang berwenang.

Beberapa aspek tersebutlah yang melandasi betapa pentingnya peran koperasi dalam mengentaskan kemiskinan, tentunya dengan cara meningkatkan pengetahuan para petani bagaimana cara bertani yang benar lewat koperasi tersebut, memudahkan para petani dalam pemasaran hasil produksi pertanian, bahkan meningkatkan mutu hasil produksi pertanian, sehingga hasil produksi pertanian di Aceh bisa bersaing di pasar internasional dan menembus ekspor dalam jumlah yang lebih besar, kemudian hal yang sangat perlu untuk di garis bawahi adalah, “Jauhkan proyek tanpa outcome yang menghasilkan output semata” dari bumi Aceh tercinta ini, jika ingin Aceh Berjaya, jauhkan bumi Aceh dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang menghasilkan proyek hanya sekedar memberikan “output” bukan “outcome”

Aside

Materi Sidang

Konsentrasi Ekonomi Regional

GDP atau Produk Domestik Bruto:

Nilai pasar total semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu priode tertentu oleh faktor produksi yang terletak dalam suatu Negara.

 

GNP atau Produk Nasional Bruto:

Nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu priode tertentu oleh faktor produksi yang dimiliki oleh suatu Negara.

Bentuk umum pendapatan nasional

Y = C + I + G + (X-M)

C = C (Y-T)

I = I(r)

 

Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional

Pendekatan Pengeluaran

Dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.

Y = C + I + G + (X-M)

 

Pendekatan Pendapatan

Dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan rumah tangga konsumsi dalam suatu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

Y =  w + r + i + p

Ket :  w = upah

r  = sewa

i  = bunga

p  = laba

Dihitung dengan cara menjumlahkan semua nilai produksi yang dihasilkan semua sektor ekonomi yang akan menghasilkan output. àdalah Penjumlah 9 sektor ekonomi.

 

Teori Lokasi

Teori lokasi adalah suatu ilmu yang mengkhususkan analisanya pada penggunaan space dalam analisa social-ekonomi.

Least Cost Theory –> Alfred Weber (1909)

Teori menekankan analisisnya pada aspek produksi dan mengabaikan unsur pasar dan permintaan dalam penetapan atau pemilihan lokasi industri. Tiga faktor penting yang menjadi pedoman teori ini dalam menetapkan suatu lokasi industri adalah :

– Ongkos Transpor

– Perbedaan Upah Buruh

– Kekuatan Aglomerasi

Ketentuan teori ini dalam menetapkan suatu lokasi industri adalah:

  • Jika dalam proses produksi berat barang berkurang maka lokasi industri berada dekat bahan baku.
  • Jika dalam proses produksi berat barang bertambah maka lolasi industri berada di pasar atau dekat pasar.
  • Hanya jika industri bersifat “footloss” produsen bebas memilih lokasi

 

Theory Market Area –> August Losch (1954)

Teori ini menekan bahwa unsur permintaan adalah unsur terpenting dalam penetapan sebuah lokasi. Ini dari teori ini adalah:

  • Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar, yang identik dengan keuntungan maksimum.
  • Losc lebih menyarankan agar lokasi produksi berada di pasa atau dekat pasar

 

Bid Rent Theory –> Von Thunen

Hal penting dalam teori ini adalah:

  • Sewa tanah
  • Jarak dari pasar

Ketentuan dalam penentuan lokasi :

  • Semakin dekat dengan pasar maka sewasemakin tinggi
  • Semakin jauh dengan pasar maka sewa semakin murah

 

Teori basis ekspor

Teori basis ekspor murni dikembangkan pertama kali oleh Tiebout. Teori ini membagi kegiatan produksi/jenis pekerjaan yang terdapat di suatu wilayah atas sektor basis dan sekto non basis. Dengan kata lain teori ini mendasarkan pandangannya bahwa laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah ditentukan oleh besarnya peningkatan ekspor dari wilayah tersebut.

 

Teori Pusat Pertumbuhan –> Francois Perroux (1955)

Pusat pertumbuhan (growth pole) dapat diartikan dengan dua cara, yaitu secara fungsional dan secara geografis.

  • Secara fungsional, pusat pertumbuhan adalah suatu lokasi konsentrasi kelompok usaha atau cabang industri yang karena sifat hubungannya memiliki unsur-unsur kedinamisan sehingga mampu menstimulasi kehidupan ekonomi baik ke dalam maupun ke luar (daerah belakangnya).
  • Secara geografis, pusat pertumbuhan adalah suatu lokasi yang banyak memiliki fasilitas dan kemudahan sehingga menjadi pusat daya tarik (pole of attraction), yang menyebabkan berbagai macam usaha tertarik untuk berlokasi di situ dan masyarakat senang datang memanfaatkan fasilitas yang ada di kota tersebut, walaupun kemungkinan tidak ada interaksi antara usaha-usaha tersebut.

Inti teori Perroux

  1. Dalam proses pembangunan akan timbul industri unggulan yang merupakan industri penggerak utama dalam pembangunan suatu daerah. Keterkaitan industri sangat erat , maka perkembangan indsutri unggulan akan mempengaruhi perkembangan industri lain yang berhubungan dengan industri unggulan.
  2. Pemusatan industri pada satu daerah akan mempercepat pertumbuhan perekonomian karena akan menciptakan pola konsumsi yang berbeda antar daerah.
  3. Perekonomian merupakan gabungan dari system industri yang relative aktif (unggulan) dengan industri yang relative pasip atau industri yang tergantung industri unggulan.

 

Teori Jalur Cepat yang Disinergikan

Teori pertumbuhan jalur cepat yang disinergikan diperkenalkan oleh Samuelson (1955). Setiap Negara atau wilayah perlu melihat sektor/komoditi apa yang memiliki potensi besar dan dapat dikembangkan dengan cepat, baik karena potensi alam maupun karena sektor itu memiliki competitive advantage untuk dikembangkan. Artinya dengan kebutuhan modal yang sama sektor tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar , dapat berproduksi dalam waktu relatif singkat dan volume sumbangan untuk perekonomian yang cukup besar. Agar pasarnya terjamin, produk tersebut harus dapat menembus dan mampu bersaing pada pasar yang lebih luas. Perkembangan struktur tersebut akan mendorong sektor lain untuk turut berkembang sehingga perekonomian secara keseluruhan akan tumbuh. Mensinergikan sektor-sektor adalah membuat sektor-sektor saling terkait dan saling mendukung sehingga pertumbuhan sektor yang satu mendorong pertumbuhan sektor lain, begitu juga sebaliknya. Menggabungkan kebijakan jalur cepat dan mensinergikannya dengan sektor lain yang terkait akan mampu membuat perekonomian tumbuh cepat.

Regional Economics

Daftar Riwayat Hidup

Standard

Data Pribadi

Nama                                         : Irwanto, S.E

Jenis Kelamin                            : Laki-Laki

Tempat, Tanggal Lahir              : Takengon, 19 Agustus 1989

Kewarganegaraan                      : Indonesia

Status Perkawinan                     :  Belum Menikah

Tinggi, Berat Badan                  : 165 Cm, 50 Kg

Kesehatan                                  : Sangat Baik

Agama                                       : Islam

Alamat Lengkap                        : Jl. Inong Balee, Lr. Ayahanda No. 8E Darussalam,

Banda Aceh

Handphone                                : 085277758533

E-mail                                        : anto_ekp@yahoo.com

Pendidikan

1996-2001                                 : SD Negeri Genting Gerbang, Takengon

2001-2004                                 : SMP Negeri 1 Takengon

2004-2007                                 : SMA Negeri 1 Bebesen

2007-2011                                 : Program Sarjana (S-1) Ekonomi Pembangunan

Universitas Syiah Kuala

 

Kemampuan

 

Pengalaman Kerja

 

Banda Aceh, 23 Maret 2011

 

 

Irwanto

 

Kultum

Standard

Keutamaan Surat Al-Iklas

Sebelum kita membicarakan keutamaan Surat Al-Ikhlas, terlebih dahulu akan disampaikan tentang nama-nama dari Surat Al-Ikhlas itu sendiri. Nama Surat Al-Ikhlas itu jumlahnya ada 20 nama yakni :
1. At-Tafrid.
2. At-Tajrid.
3. At-Tauhid.
4. Al-Ikhlas.
5. An-Najat.
6. Al-Wilayah.
7. An-Nisbah.
8. Al-Ma’rifah.
9. Al-Jamal.
10. Al-Muqasyqasyah.
11. Al-Mu’awwidzah.
12. As-Shamad.
13. Al-Asas.
14. Al-Maani’ah.
15. Al-Muhtadhar.
16. Al-Munfiroh.
17. Al-Baroah.
18. Al-Mudzkiroh.
19. An-Nuur.
20. Al-Insan.

Banyak nama menunjukkan banyak kelebihan. Mengingat Surat ini mengandung akidah yang sangat mendasar, maka keutamaannya cukup banyak. Antara lain sebagai berikut :

1. Hadis riwayat Anas bin
Malik, menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas satu kali, seolah-olah dia membaca sepertiga Quran. Barangsiapa membacanya dua kali, seolah-olah dia membaca dua pertiga Quran. Barangsiapa membacanya tiga kali, seolah-olah dia membaca Quran seluruhnya. Dan barangsiapa membacanya sepuluh kali, dibina Allah untuknya sebuah rumah dalam surga terbikin dari permata ya’kut yang berwarna merah.”

2. Sabda Rasulullah Saw yang maksudnya : “Hai Aisyah, engkau jangan tidur dulu sebelum engkau kerjakan empat perkara : 1. Khatamkan Al-Quran, 2. Jadikan semua Nabi membelamu nanti pada hari kiamat, 3. Jadikan semua orang mukmin rela kepadamu, dan 4. Kerjakan Haji dan Umrah.” Kemudian Rasulullah pun shalat, sedangkan Aisyah tinggal ditempat tidur. Selesai Shalat, Aisyah pun berkata : “Rasulullah, tebusanmu ibu dan ayahku, Rasulullah suruh saya mengerjakan empat perkara yang saya tidak sanggup melakukannya pada waktu ini.” Beliau tersenyum, seraya bersabda : ” Apabila engkau membaca Qul Huwallahu Ahad (tiga kali), maka seolah-olah engkau telah mengkhatamkan Al-Quran. Jika engkau membaca shalawat kepadaku dan kepada semua Nabi sebelumku, maka kami nanti akan mensyafaatkanmu pada hari kiamat. Dan apabila engkau meminta ampunkan orang-orang mukmin, maka tentu semua mereka nanti akan rela kepadamu. Dan apabila engkau membaca “Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, Wallahu Akbar, maka sesungguhnya engkau berarti telah mengerjakan Haji dan Umrah.” Hadis itu menerangkan, kalau mau tidur setelah badan tergeletak diatas ranjang, maka baik dibaca: a. Surat Al-Ikhlas tiga kali. Sama pahalanya dengan membaca satu khatam Quran. b. Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan Nabi-Nabi lainnya, dengan mengucap : Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad Wa ali Muhammad wa’ala jami’il anbiyaai wal mursalin. c. Mendoakan orang-orang mukmin dengan mengucapkan tiga kali Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mukiminina wal mukminat. d. Membaca raja tasbih tiga kali, yakni : Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, WallahuAkbar, Wala haula walaquwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.” Apabila dibaca tiga kali tasbih ini, maka sama pahalanya dengan satu kali Haji dan Umrah.

3. Pada suatu hari seorang laki-laki melaporkan halnya kepada Rasulullah Saw tentang kesusahan hidup yang dideritanya. Ia mohon supaya diajarkan amalan singkat untuk menghilangkan kesempitan hidup itu. Maka Rasulullah Saw menyuruhnya supaya setiap kali masuk kerumah sendiri, memberi salam kemudian membaca surat Al-Ikhlas tiga kali. Jika rumah kosong tidak ada orang didalam, maka memberi salam kepada Rasulullah Saw kemudian sambil melangkah masuk dibaca tiga kali surat Al-Ikhlas. Laki-laki itupun mengamalkannya, alhamdulillah lapang rezekinya, melimpah sampai kepada jiran tetangganya.

4. Pada suatu hari Rasulullah Saw sedang duduk dalam mesjid Madinah. Tiba-tiba datang rombongan mengusung jenazah untuk di shalatkan. Para sahabat mempersilahkan Nabi untuk menyembahyangkannya. Beliau bertanya : ” Apakah mayat ini meninggalkan hutang? Mereka menjawab : ” Ya, benar, dia meninggalkan hutang sebanyak 4 dirham.” Lantas beliau bersabda : ” Saya tidak mau menyembahyangkan mayat yang meninggalkan hutang. Shalatkan kamulah dia.”Pada saat itu Jibrilpun datang seraya berkata : “Hai Muhammad, Allah berkirim salam kepadamu. Dia berfirman : “Aku sudah mengutus Jibril menyamar seperti mayat itu dan sudah melunaskan hutangnya. Tegaklah, shalatkan dia karena dian sudah diampuni Allah dan barangsiapa yang ikut menyembahyangkannya, niscaya diampuni Allah pula dosanya.”Nabi Muhammad Saw pun bertanya : ” Hai Jibril, dari mana dia memperoleh kehormatan ini “? Jibril menjawab :”Dia mendapat kehormatan itu, karena setiap hari membaca seratus kali Qul Huwallahu Ahad.” Didalamnya terdapat keterangan tentang sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya” Hadis itu menunjukkan barangsiapa membaca “Qul Huwallahu Ahad” seratus kali dalam sehari, maka Allah akan melunaskan hutangnya sebelum mati.

5. Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya :” Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya mayatnya tidak busuk dalam kubur, hadis lain menyatakan tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kuburan, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai kesurga.”

6. Menurut hadis Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad 50 kali, niscaya diampuni dosanya lima puluh tahun.”

7. Menurut Hadis Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya ” Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sepuluh kali dibina Allah untuknya satu istana didalam surga. Barangsiapa membacanya 20 kali, dibina Allah untuknya dua istana dalam surga. Barangsiapa membacanya 30 kali maka dibina Allah untuknya tiga istana dalam surga. Umar bin Khattab berkata: ” Ya, Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana kmi dalam surga” Maka Rasulullah Saw bersabda :”Allah lebih lapang (luas) dari pada itu.” Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.

8. Hadis Anas bin Mali
menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali, dia diberkati. Barangsiapa membacanya dua kali dia dan keluarganya diberkati. Barangsiapa membacanya tiga kali, dia, keluarga dan jiran tetangganya diberkati. Barangsiapa membacanya 12 kali, dibina Allah untuknya 12 istana didalam surga. Jika dibacanya 100 kali, maka dihapuskan Allah dosanya (dosa kecil) selama 50 tahun, kecuali pertumpahan darah dan harta benda. Jika dibacanya 200 kali, dihapuskan dosanya 100 tahun. Jika dibacanya 1000 kali, niscaya sebelum mati telah dilihat atau diperlihatkan kepadanya tempatnya dalam surga.”

9. Menurut hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad Saw bersabda yang maksudnya :”Tatkala saya dalam perjalanan Israk Mi’raj kelangit, saya melihat ‘Arasyditegakkan atas 360.000 sudut. Jarak dari satu sudut kesudut lainnya, kira-kira 300.000 tahun perjalanan. Dibawah setiap sudut itu terdapat 12.000 padang pasir. Panjang setiap padang pasir itu dari matahari terbit kematahari terbenam. Disetiap padang pasir itu terdapat 80.000 Malaikat membaca Qul Huwallahu Ahad.” Selesai membaca mereka menyatakan :”Ya Tuhan, kami hibbahkan pahala bacaan kami ini kepada setiap orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik dia laki-laki maupun wanita.” Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah Saw bertanya :”Herankah kamu, sahabat-sahabatku ? Mereka menjawab : ” Ya,benar kami heran.” Beliau melanjutkan :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis disayap Jibril. “Allahush Shomad” tertulis disayap Mikail. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis disayap Izrail. “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil. Maka barangsiapa diantara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.” Kemudian beliau bertanya lagi:”Herankah kamu, mendengarnya?. Mereka menjawab:”Ya,benar kami heran.” Lantas beliau bersabda :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis dikening Umar Al-Faruq. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis dikening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam Yakun Lahu Kufuan Ahad ” tertulis dikening Ali As-Sakhiy. Maka barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.

10. Menurut Hadis Al-Baihaqi, dari Umamah Al-Bahili, bahwa Jibril telah mendatangi Nabi Saw bersama dengan 70.000 Malaikat di Tabuk Jibril berkata :”Rasulullah, saksikan jenazah Muawiyah dari Tabuk bersama Jibril dan sejumlah Malaikat lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda :” Jibril, apa sebabnya Mu’awiyah beroleh martabat seperti itu.? Jibril menjawab :”Dia memperoleh kehormatan itu, akibat membaca “Qul Huwallahu Ahad setiap hari, sedang berdiri, duduk, ruku’ dan berjalan.”Demikianlah beberapa kelebihan membaca Qul Huwallahu Ahad. Maka silahkanlah mengamalkannya, dengan ketentuan setiap membacanya, harus dibaca Bismillah. Karena pernah terjadi seorang laki-laki di Mekkah bermimpi, melihat ratusan ekor burung merpati terbang diatas angkasa kota Mekkah, tetapi tak seekorpun berkepala. Keesokan harinya ditanyakannya kepada seorang ahli ta’bir mimpi. Syekh ahli ta’bir mimpi itu menyatakan :”Barangkali anda rajin membaca Qul Huwallahu Ahad, tetapi tidak membaca Bismillahirrahmanirrahim dipangkalnya.” Bismillahirrahmanirrahim itu hurufnya 19, persis sebanyak Malaikat Zabaniyah penunggu neraka. Barangsiapa rajin membaca Bismillahirrahmanirrahim pada setiap memulai pekerjaan yang dibenarkan agama, niscaya ia terhindar dari ancaman Malaikat Zabaniyah.

(Dari Pengajian Al-Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf dan Beberapa Tambahan dari beberapa sumber dalam andri satriawan: daarut tauhid)

Dari pada bengong

Standard

Proposal beasiswa

Banda Aceh, 16 Februari 2011

Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal : Permohonan Beasiswa

Kepada Yth:
Bupati Kabupaten Aceh Tengah

Di – Tempat

Dengan hormat,
Semoga Bapak senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap menjalankan aktivitas sehari-hari. Amin.
Bersama ini saya sampaikan bahwa saya adalah salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Aceh Tengah yang sedang melanjutkan pendidikan di Universitas Syiah Kuala – Propinsi Aceh, semester 8 (smester akhir). Saat ini saya bertempat tinggal di Jl. Inong Bale. Lr. Ayahanda,No.8E, Darussalam, Banda Aceh.
Sehubungan kebutuhan akan peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan fasilitator pendidikan, maka saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan beasiswa kepada bapak. Besar harapan saya agar bapak berkenan untuk memberikan bantuan berupa bantuan dana kuliah atau beasiswa. Atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya

Irwanto

A. Pendahuluan
Dalam undang-undang dasar tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan dari kemerdekaan kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun sejak beberapa dekade lewat tujuan itu telah mengalami pergeseran. Setidaknya terlihat dari agenda pembangunan yang telah digariskan oleh para pemimpin-pemimpin bangsa, dimana penciptaan sumber daya manusia melalui pendidikan masih sangat lemah jika di bandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Akibatnya dapat dirasakan sekarang dimana mayoritas SDM anak bangsa ini lemah, apalagi mereka yang berada di luar daerah pulau jawa. Padahal potensi baik disektor manusia maupun potensi alamnya sangat besar, yang pada akhirnya menjadi terabaikan selain habis dieksploitasi oleh pihak lain, juga akibat SDM di daerah sendiri terlalu lemah.
Diantara posisi daerah yang besar sebagai cikal bakal daerah yang maju adalah memilliki sumber daya alam yang besar dan letaknya yang strategis. Begitu juga dengan Kabupaten Aceh Tengah yang sangat kaya akan kekeyaan alamnya serta letaknya yang strategis sangatlah berpotensi untuk menjadi daerah yang maju. Untuk mencapainya tidaklah mudah, suatu daerah haruslah memiliki sumber daya manusia yang handal dan profesional untuk mengelolanya agar bisa tercapai maksud dan tujuannya tersebut. Karena bagaimna pun melimpahnya sumber daya alam, tanpa adanya kemampuan sumber daya manusia unutk mengolahnya maka akan sia-sia.
Pengembangan sumber daya manusia adalah suatu upaya untuk menembangkan kualitas atau kemampuan sumber daya manusia, agar mampu mengolah sumber daya alam, sehingga dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat sebagai akhir dari tujuan pembangunan itu sendiri. Maka dari itu sebagai generasi penerus, unutk mengembangakan Kabupaten Aceh Tengah selanjutnya saya sangat mengharapkan peran pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tengah selaku institusi yang diberi hak oleh rakyat haruslah melakukan tugasnya selain untuk mengembangkan Kabupaten Aceh Tengah itu sendiri juga membangun untuk mendidik putra-putri daerah agar menjadi generasi yang handal, profesional dan berkualitas untuk membangun daerahnya sendiri.
Dilatarbelakangi hal tersebut saya sangat berharap pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat membantu mengurangi beban keuangan yang menjadi kendala dalam meningkatkan prestasi belajar. Dengan semakin dinamisnya perkembangan dunia pendidikan dan tuntutan peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi, maka perbaikan dan peningkatan sarana penunjang belajar adalah mutlak diperlukan.
Salah satu upaya yang saat ini saya harapkan dari pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tengah adalah dapat memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa asal Aceh Tengah. Karena bantuan ini sangat berarti dalam menunujang kelancaran dan keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan masa belajarnya dan memudahkan penyelesaian skripsi dengan adanya sarana dan prasarana yang ada.

B. Tujuan
Tujuan dari pengajuan permohonan beasiswa ini dapat disebutkan sebagai berikut :
• Untuk meringankan beban orang tua dalam membiayai kuliah.
• Memacu daya saing untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kemampuan dalam mengembangkan potensi diri.
• Perbaikan sarana penunjang belajar.
• Sebagai salah satu wujud nyata kepedulian pemerintah Kabupaten Aceh terhadap peningkatan SDM.
• Mempermudah Penyusunan Skripsi.
C. Estimasi Biaya Pendidikan
No Pengalokasian Jumlah (RP)
1 Pembayaran Seminar Proposal Skripsi 350.000
2 Pembelian buku penunjang belajar dan panduan skripsi 1.500.000
3 Biaya foto copy jurnal penunjang skripsi dan internet 400.000
4 Biaya Transportasi dan makan 700.000
5 Biaya sidang skripsi 700.000
6 Biaya Wisuda 1.000.000
Total 2.650.000

D. Lampiran
Dengan saya lampirkan beberapa persyaratan yaitu:
• Transkrip Nilai
• Surat Keterangan Aktif Kuliah
• Foto Copy KTM
E. Penutup
Demikian proposal ini saya ajukan dengan harapan dapat dipertimbangkan dan disikapi sebagai mana mestinya. Atas perhatian dan kebijaksanaan bapak, saya ucapkan terima kasih.

Banda Aceh, 16 Januari 2011

Irwanto

Kisi Sidang, Jurusan EKP FEKON USK

Standard

1. Perbedaan GNP dan GDP
2. Pengertian Pendapatan Nasional
3. Fungsi Produksi
4. Kurva IS-LM
5. Kurva AD-AS
6. Teori Permintaan dan Penawaran
7. Excess Demand dan Excess Supply
8. Proses terbentuknya harga
9. Implikasi perubahan variabel pendapatan Nasional.
10. Hubungan teori dan hasil penelitian
11. Manfaat penelitian

sumber: Kakak Leting yang udah sidang

BEBERAPA METODE PENELITIAN REGIONAL

Standard

1. Metode Location Quotient
Membandingkan porsi lapangan kerja/nilai tambah untuk sektor tertentu di suatu wilayah yang dibandingkan dengan wilayah referensi.

2. Localisation Indeks
Digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran secara relatif subsektor di berbagai wilayah.

3.Spesialization Indeks
Digunakan untuk menganalisis tingkat spesialisasi sektor disuatu daerah secara relatif.

4. Balanced Growth Index
Model ini digunakan untuk menganalisis masalah perbedaan pertumbuhan antar sektor terhadap pertumbuhan ekonomi rata-rata suatu daerah dalam periode tertentu. Sehingga, pada tahap selanjutnya akan diperoleh gambaran keseimbangan pertumbuhan pada sutau daerah. Data yang dipergunakan adalah Produk Domestik Daerahal Bruto secara sektoral (Primer, Industri, Utilitas dan Jasa) Indeks yang semakin rendah (mendekati nol) menunjukkan makin berimbang pertumbuhan antar sektor dan akan menghasilkan rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin tinggi dan demikian pula sebaliknya.

5. Koefesien Variasi
Koefisien Variasi yang mendekati nol menunjukkan indikasi semakin meratanya pembangunan suatu region berdasarkan aspek yang diamati dan demikian sebaliknya

6. Redistribution Indeks
Indeks redistribusi positif menunjukkan suatu pergeseran distribusi lokasi sektor i ke dalam daerah, sedangkan indeks redistribusi negatif menunjukkan suatu pergeseran distribusi lokasi industri ke luar daerah Indeks ini menyatakan besarnya pergeseran (redistribusi) di dalam distribusi lokal suatu tahun dibandingkan tahun berikutnya. Suatu perbedaan positif menunjukkan suatu pergeseran industri tersebut kedalam wilayah. Suatu perbedaan negatif menunjukkan suatu pergeseran keluar daerah. Dalam menghitung angka pergeseran ini kita mengabaikan berbagai perubahan dalam beberapa perubah.

7. Revealed Comparative Advantage
Jika nilai indeks RCA dari produk agroindustri yang dianalisis lebih besar dari satu berarti produk tersebut mempunyai keunggulan komparatif bagi Provinsi Jambi dan sebaliknya.
Pendekatan melalui RCA dilakukan dengan cara mengevaluasi peranan ekspor komoditas tertentu dalam ekspor total suatu negara dibandingkan dengan pangsa komoditas tersebut dalam perdagangan dunia. Indeks RCA yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa ekspor komoditas tersebut mengalami peningkatan relatif dibandingkan rata-rata ekspor dunia, sehingga pangsanya di pasaran dunia meningkat, demikian sebaliknya (Ballasa,1965)

8. Coefficient of concentration Index
Coefficient Of Concentration Index (CCI) terdiri dari dua model yaitu Indeks Konsentrasi Pasar dan Indeks Konsentrasi Komoditas. Indeks Konsentrasi Pasar dimaksudkan untuk memfokuskan perhatian ekspor komoditas tertentu ke beberapa negara tujuan. Sedangkan Indeks Konsentrasi Komoditas dimaksudkan untuk mengkonsentrasikan pada satu atau beberapa jenis komoditas ekspor saja.

9. The Indexes of Export Instability
Bila indeks yang dihasilkan semakin mendekati nilai 0 berarti tingkat produksi dari produk agroindustri yang dianalisis semakin stabil dan sebaliknya.

10. Koefisien Marginal Provensity to Invesment
Koefisien MPI akan mengindikasikan bahwa perkembangan industri melalui peningkatan investasi akan memberi pengaruh yang besar atau kecil terhadap pengembangan kawasan ekonomi melalui bekerjanya mekanisme super multiplier effect dari investasi yang diinjeksi terhadap kawasan ekonomi tersebut

11. Shift Share

12. Indeks Williamson

13. Indeks Theil

14. Indeks Gravitasi

15. Analisis Overlay